Judul Buku :
BIOLOGI 2
Nama Penulis :
Renni Diastuti
Tahun Terbit : 2009
Nama Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen pendidikan
Nasional
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah total
halaman buku : 298
Halaman buku yang
diresume : 227-242
Hasil Resume :
Sistem Indra
Alat indra merupakan suatu alat tubuh yang
mampu menerima rangsang tertentu. Alat indra terdiri dari bagian-bagian yang
berfungsi menerima, mengolah, dan menjawab rangsang. Manusia memiliki lima
macam indra, yaitu:
1.
Indra penglihatan (mata)
2.
Indra pendengaran (telinga)
3.
Indra peraba (kulit)
4.
Indra pengecap (lidah)
5.
Indra pembau (hidung)
Kelima indra tersebut berfungsi untuk
mengenali perubahan lingkungan luar, oleh karenanya disebut eksoreseptor.
Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam,
misalnya nyeri, kadar oksigen atau karbon dioksida, kadar glukosa dan
sebagainya, disebut interoreseptor. Sel-sel
interoreseptor, misalnya terdapat pada sel otot, tendon,
ligamentum, sendi, dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain
sebagainya. Walaupun demikian, sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh
tubuh manusia. Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh disebut
kinestesis.
1. Indra Penglihatan (Mata)
a. Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi
rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai
berikut.
1)
Sklera
Sklera
merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak
tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan. Bagian yang
transparan tersebut disebut kornea. Konjungtiva
adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini
berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.
2)
Koroid
Koroid
berwarna cokelat kehitaman sampai hitam, merupakan lapisan yang berisi banyak
pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna
gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan,
koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang
berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Pupil
berfungsi sebagai jalan sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu
pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris
membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan
relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
3)
Retina
Lapisan
ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan
sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai
ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan
daerah ini disebut bintik buta.
b. Otot mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang
sklera. Empat di antarany disebut otot rektus ( rektus inferior,
rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola
mata ke kanan, ke kiri, ke
atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
c. Fungsi mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di
retina mengalami pembiasan lima kali, yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea,
aqueous humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea.
Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu
bagian yang
paling peka terhadap sinar.
d.
Gangguan pada
mata
1)
Miopi adalah cacat mata yang disebabkan
oleh lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan dari benda yang jauh jatuh di
depan retina. Miopi disebut pula rabun jauh, karena tidak dapat melihat benda
yang jauh dengan jelas.
2)
Hipermetropi adalah cacat mata yang
disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan dari benda yang
dekat jatuh di belakang retina. Hipermetropi disebut juga rabun dekat karena
tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat.
3)
Presbiopi umumnya terjadi pada orang
berusia lanjut. Keadaan ini disebabkan lensa mata terlalu pipih. Selain itu,
daya akomodasi mata sudah lelah sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan benda
yang berada dekat mata.
4)
Astigmatisma adalah cacat mata yang
disebabkan oleh kecembungan permukaan kornea atau permukaan lensa mata yang
tidak rata sehingga sinar yang datang tidak difokuskan pada satu titik. Untuk
menolong orang yang cacat mata seperti ini dipakai kacamata lensa silindris
yang memiliki beberapa fokus.
5)
Katarak adalah cacat mata yang disebabkan
adanya pengapuran pada lensa mata sehingga daya akomodasi berkurang dan
penglihatan menjadi kabur.
6)
Hemeralopi (rabun senja) adalah penyakit
pada mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja
tidak dapat melihat dengan jelas pada senja hari.
7)
Buta warna merupakan kelainan penglihatan
mata yang bersifat menurun. Penderita buta warna tidak mampu membedakan
warna-warna tertentu, misalnya warna merah, hijau, atau biru.
8)
Keratomalasia timbul karena kornea menjadi
putih dan rusak.
2. Indra Pendengaran (Telinga)
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk
mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari
telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga
luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran
dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan
menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
a. Susunan telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian, yaitu
telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
1)
Telinga luar
Telinga
luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang
telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini
kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara.
Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga
pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga.
2)
Telinga tengah
Bagian
ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar
seimbang. Di dalamnya terdapat saluran eustachius yang
menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan
dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan
bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya
dilapisi dengan membran yang transparan.
3)
Telinga dalam
Bagian
ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin
membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu tiga saluran setengah
lingkaran, ampula, utrikulus, sakulus, koklea atau rumah siput.
b. Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam
telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh
ketiga tulang pendengaran ke jendela oval. Getaran struktur koklea pada jendela
oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran
cairan tadi akan menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa
dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan
membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran
timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler,
yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika
rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada
organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat
pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.
c. Susunan dan cara kerja alat keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan
berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula
(kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus dan sakulus. Ujung
dari setiap saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula
yang berisi reseptor. Pangkalnya berhubungan dengan utrikulus
yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat
keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori
yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah.
Alat ini disebut kupula.
Saluran semisirkuler (saluran setengah lingkaran) peka terhadap
gerakan kepala. Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari
sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith,
yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan
desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.
d. Gangguan dan penyakit pada telinga
1)
Tersumbatnya
telinga oleh kotoran
Telinga bagian luar memiliki kelenjar yang menghasilkan minyak.
Minyak ini berguna untuk mencegah air dan kotoran masuk ke dalam telinga. Biasanya,
minyak bersama kotoran mengggumpal dan akan mengering. Selanjutnya, kotoran
telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Namun, kadangkala kotoran telinga
mengumpul terlalu banyak dan menyumbat telinga. Jika keadaan demikian, harus
konsultasi dengan dokter.
2) Hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara
Suara
yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan telinga bagian dalam. Akibatnya,
pendengaran dapat terganggu dan bahkan pendengaran hilang. Rusaknya telinga
akibat suara yang terlalu keras dapat dicegah dengan tidak mendengarkan dan
menghindari sumber pencemaran suara atau menggunakan alat penutup telinga yang
dapat mengurangi intensitas suara.
3.
Indra Peraba (Kulit)
Kulit pada manusia dapat berfungsi sebagai
organ ekskresi maupun sebagai indra peraba. Kulit merupakan indra peraba yang
mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.
a. Susunan kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang
disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut lapisan dermis.
Epidermis tersusun atas empat lapis sel.
Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah
stratum germinativum berfungsi
membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar
lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang
berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Lapisan
ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum
lusidum. Lapisan keempat (lapisan
terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
Pada lapisan dalam, lapisan dermis merupakan jaringan penyokong yang terdiri
dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning
bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
b. Fungsi kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung
bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi
dengan bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat
ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat
peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa
sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan
(korpuskula Pacini) ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor
untuk rangsang sentuhan dan panas (korpuskula Rufni) ujung reseptornya terletak di dekat
epidermis. Kemudian reseptor untuk rangsang dingin (ujung saraf Krause) dan
reseptor yang lain misalnya korpuskula Meissner.
c. Gangguan dan penyakit pada kulit
1) Jerawat. Jerawat biasanya muncul di wajah, leher,
punggung, bahu, dada, dan bahkan di lengan atas. Jerawat biasanya terjadi
karena tersumbatnya pori-pori kulit oleh kotoran.
2) Dermatitis. Dermatitis atau eksim merupakan penyakit
peradangan kulit. Dermatitis secara umum ditandai dengan kulit yang membengkak,
memerah, dan gatal-gatal. Dermatitis dapat disebabkan oleh benda-benda yang menyebabkan
alergi pada kulit (misalnya sabun, logam, atau kosmetik).
3) Ketombe. Ketombe adalah sejenis eksim yang mengenai
kulit kepala. Ditandai dengan terbentuknya sisik halus yang mudah lepas dari
kulit.
4) Panu. Panu diakibatkan oleh jamur. Infeksi jamur
dapat bermacam-macam, pengobatannya biasanya membutuhkan waktu lama, paling
sedikit 30 hari dengan obat khusus jamur.
4. Indra Pengecap (Lidah)
Lidah mempunyai reseptor khusus yang ber
kaitan dengan rangsangan kimia.
Lidah merupa kan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung
kelenjar lendir dan
reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan ( papila). Tonjolan
itu dapat dikelompokkan
menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas
pengecap terdapat pada
parit-parit pa pila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.
Gangguan dan
penyakit pada lidah
Penyakit yang dapat menyerang lidah
misalnya kanker. Penyebab kanker belum
diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang diduga menyebabkan kanker lidah, yaitu merokok
dan minum-minuman beralkohol terlalu
banyak.
5. Indra Pembau (Hidung)
Indra pembau berupa kemoreseptor yang
terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas.
Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap. Epitelium pembau
mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak
sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan
epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan
kimia bau-bauan di
udara.
Gangguan dan
penyakit pada hidung
Sinusitis adalah peradangan pada rongga
hidung bagian atas. Gejalagejala sinusitis adalah sakit kepala, rasa sakit di
bagian wajah, demam, keluar ingus bening, rasa sesak di rongga dada,
tenggorokan sakit, dan batuk. Sinusitis disebabkan oleh segala sesuatu yang
mengganggu atau menghambat aliran udara ke dalam rongga hidung atau keluarnya
mukus (cairan) hidung keluar dari hidung. Mukus yang terkumpul merupakan lahan yang
subur untuk pertumbuhan bakteri. Akibatnya, timbullah peradangan.